[ iSKeTaMBoLa ]™

Susah macam mana pun hidup, kena teruskan jugak..

Assalamu'alaikum....
Kali ni aku nk kongsi satu cerita yg ada kaitan gak ar dgn puasa ni.. Camni citenye..

Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Al-khaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahwa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang ertinya: "Wahai akal mengadaplah engkau." Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T., kemudian Allah S.W.T berfirman yang ertinya: "Wahai akal berbaliklah engkau!", lalu akal pun berbalik.
Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bererti: "Wahai akal! Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang da`if dan lemah." Lalu Allah S.W.T berfirman yang ertinya: "Wahai akal, tidak Aku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau." Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bererti: "Wahai nafsu, mengadaplah kamu!". Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."
Setelah itu Allah S.W.T menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bererti: "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau." Lalu Allah S.W.T menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu' (lapar) selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang ertinya: "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, " Aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah Tuhanku." Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahwa dengan sebab itulah maka Allah S.W.T mewajibkan puasa.



Kesimpulannya : Salah satu cara nk mengawal nafsu ialah dengan BERPUASA..

0 KOMENTAR:

Post a Comment

Allah berfirman: "Wahai anak-anak Adam, selagi mana engkau memohon dan mengharapkan dariKu, Aku ampunkan engkau walau apapun dosamu, Aku tidak peduli. Wahai anak-anak Adam, jika dosamu sampai ke puncak langit, lalu Engkau pohon keampunan dariKu, Aku ampunkan engkau, Aku tidak peduli. Wahai anak-anak Adam, jika engkau datang kepadaKu dengan dosa yang hampir memenuhi bumi, namun engkau menemuiKu tanpa mensyirikkan Aku dengan sesuatu, nescaya Aku datang kepadamu dengan penuh keampunan.” -Hadis Riwayat at-Tirmizi-
[Sesungguhnya sifat rahmat Allah melebihi kemarahanNya]

Tukang Taip

Pengikut2 Setia

Jom main Farmville di sini